Tampilkan postingan dengan label ILMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILMU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2010

Pengakuan Para Sastrawan Dunia Pemenang Nobel (Sedikit Review)

 


Kemaren dulu gw ke bazar buku di depan kopma unnes, trus dapetin 2 buku murah yang lumayan bagus. Yang satu judulnya gw lupa, pokoknya tentang kiat2 sukses jadi eksekutif gitu deh. Agak mirip2 ama seven habits, tapi dalam bentuk cerita. Lha buku yang kedua ini yang mau sedikit gw bahas. Judulnya Pengakuan Para Sastrawan Dunia Pemenang Nobel. Dari judulnya aja udah keliatan banget kalo nih buku sastra banget. Jadi yang mau baca paling gak harus punya jiwa sastra yang err.. agak tinggi buat nikmatinnya.
Gimana dengan gw? Apakah gw punya jiwa sastra yang lumayan tinggi? Apakah gw mudeng ama isi dari buku ini? Jawabannya adalaaah………… NGGAK!!! Ahahaha. Sumpah yah gw cengo sendiri baca nih buku. Mana isinya cuman pidato2 dari para pemenang nobel sastra, bahasanya aje gile sastra mampus, trus itu tuh  belum cukup sodara-sodara. Satu hal lagi yang bikin gw gak tamat-tamat baca buku ini adalah…….. kalian tau apa? gw sibuk ama buku2 kuliah! Yap, kalian gak salah baca. Kemaren2 gw lagi getol2nya pacaran ama buku  biologi, kimia, anatomi fisiologi, dan sebangsanya. Kenapa? Karena gw lagi uas. Jadi yah terpaksa buku sastra itu gw tinggalin dulu. Hehe
Sampe tulisan ini dibuat, gw belum selese baca itu buku. Baru sepertiga doank keknya.  Emang sih bahasanya susah buat dipahami, tapi gw tetep aja maksa nerusin nglahap nih buku. Soalnya banyak quote2 keren di buku ini sih. Sastrawan banget deh. Terus juga banyak referensi buku berkualitas (fiksi dan nonfiksi) didalemnya. Lumayanlah buat referensi gw kalo lagi di toko buku. Ahahay.
Sedikit review,
Buku ini dibuka dengan penjelasan tentang bagaimana caranya seorang penulis bisa kepilih jadi pemenang nobel (pemenangnya disebut nobel laureate). Mulai dari sidang sastrawan dunia, cerita panitia nobelnya, sampe acara penerimaan hadiah nobel sastra di Swedia. Terus langsung dilanjutin ama isi dari pidato2 pemenang nobel sastra tersebut. Nih gw tulisin daftar nama pemenang nobel sastra, asal negara ama judul pidato mereka:
1. J. M Coetzee, Afrika Selatan, “Ia dan Hambanya”
2. Imre Kertesz,  Hungaria, “Heureka!”
3. V. S. Naipaul, Inggris, “Dua Dunia”
4. Gao Xingjian, China, “Persoalan bagi Sastra”
5. Gunter Grass, Jerman, “Bersambung…”
6. Kenzaburo Oe, Jepang, “Jepang, yang Ambigu, dan Diriku”
7. Toni Morrison, Amerika Serikat, (tidak ada judul)
8. Nadine Gordimer, Afrika Selatan, “Tulisan dan Ada”
9. Naguib Mahfouz, Arab, (tidak ada judul)
10. Gabriel Garcia Mar quez, Kolumbia, “Kesunyian Amerika Latin”
Terus udah. Selese deh bukunya. *ditimpukin pembaca* ahahaha, emang kek gitu sih. Abis pidato2nya selese, langsung cover belakang buku. Jadi bukan salah gw donk kalo gak ada penutupnya. *nyibak poni*
Okeh okeh, buat mengatasi kekecewaan pembaca, gw yang baik hati dan manis ini *sok iye banget gw :D* akan nulisin beberapa quote keren dari buku Pengakuan Para Sastrawan Dunia Pemenang Nobel. Silahkan dinikmatiiiii…….:
Cara terbaik bagi seorang penulis untuk dapat melayani perubahan adalah menulis sebaik mungkin. (Gabriel Garcia Marquez)
Bukan semata-mata keberanian prajurit selagi menggenggam senjata dan menyerang musuh: keberanian itu seperti saat menghadapi kematiaannya sendiri di atas kuda pucatnya. (J. M Coetzee)
Terus buat siapa ia menulis? Jawabnya jelas: dia menulis untuk dirinya sendiri. (Imre Kertesz)
Saya pernah mati, maka saya bisa hidup. (Imre Kertesz)
Bakat adalah sejenis kenangan yang memungkinkan mereka mendekati musik awang-awang ini, mendengar suaranya, mencatatnya….. (Proust)
Apa yang ingin saya katakan disini adalah bahwa sastra itu hanya dapat menjadi suara individu dan selalu seperti itu. Tatkala sastra diusung sebagai himne suatu bangsa, bendera suatu ras, musik suatu partai politik atau suara suatu kelas atau kelompok, sastra berubah menjadi alat propaganda yang perkasa. Bagaimanapun, sastra seperti itu kehilangan jiwa sastrawinya, berhenti menjadi sastra dan menjadi pengganti kuasa dan laba. (Gao Xingjian)
Dan masih banyak lagi quote2 keren yang gak bisa gw tulis ini.
*kenapa zha?*
Karena gw belum baca semua isi bukunya! Wuakakaka. Lanjut baca bukunya dulu deh, kalo ada waktu gw tambahin. Ok ok? Bubay…..



Obat-Obatan

Obat merupakan senyawa kimia selain makanan yang bisa mempengaruhi organisme hidup, yang pemanfaatannya bisa untuk mendiagnosis, menyembuhkan, mencegah suatu penyakit.

Obat terbagi menjadi 2, yaitu:
1. obat generic, obat yang menggunakan nama dasar kimianya. Contohnya seperti paracetamol, antalgin, antasida, dan amoxilin.
2. obat paten, obat yang selain menggunakan nama dasar kimianya juga menggunakan nama dagang (nama pabrik). Contoh: paracetamol diproduksi oleh sanbe farma, maka nama paracetamol menjadi pamol.

Bentuk obat:
1. padat: tablet, puyer, pil.
2. cair: sirup, lotion.
3. setengah padat (gel/ krim): balsam

Tiga fungsi obat:
1. simptomatis: mengatasi suatu gejala (1 atau 2 obat saja)
2. terapetis: mengobati (terdiri dari banyak obat)
3. sugestif: meyakinkan dan menyamankan pasien. Biasanya berupa kapsul berisi tepung biasa.

Fungsi obat dasar:
1. antibiotic (anti bakteri): obat untuk mengatasi infeksi, seperti luka, borok, gusi berdarah. Contoh: amoxilin, tetrasiklin, ampisilin.
2. analgetic (anti nyeri): obat untuk mengatasi rasa sakit/ nyeri, seperti pusing, nyeri haid, sakit gigi, keseleo. Contoh: antalgin, ponstan, paracetamol.
3. antipiretik (penurun panas).
4. anti inflamasi (anti radang): obat untuk mengatasi tanda peradangan, seperti gatal karena alergi, batuk alergi. Contoh: deksametason, prednisone.
5. antitusif (obat batuk)
Batuk dibagi menjadi 2, yaitu:
a. batuk berdahak: obat expektoran
b. batuk kering, seperti batuk asma, batuk perokok: obat antitusif
6. antiemesis (anti muntah): obat untuk mengatasi mual dan muntah. Contoh: dimpa hidrinat, antimo, promag, primperan.
7. obat antasida (anti asam): obat untuk mengatasi penyakit pencernaan. Contoh: gastruktif, ranitidine.
8. anti alergi: obat untuk mengatasi gejala-gejala alergi (gatal, bersin, sesak, bintik-bintik merah, bengkak). Contoh: CTM, deksametason, dekstamin, insidan.
9. obat vitamin: vitamin A, B complex (B1, B6, B12), C, D.

Perbedaan antara gejala dan tanda:
Gejala: subyektif, dirasakan oleh si penderita sendiri. Contoh: perut mulas, kepala pusing, dll.
Tanda: obyektif,  bisa dilihat, diperiksa dan diukur. Contoh: suhu, tensi darah, dll.

Tanda-tanda bulatan pada kemasan obat:
1. hijau: obat yang dijual bebas (apotek, warung, dll)
2. biru: obat yang dijual bebas terbatas (apotek/ toko tertentu). Contohnya revanol, alcohol, vitamin.
3. putih: obat yang harus memakai resep dokter.
4. merah: obat yang hanya diresepkan dokter spesialis, biasanya ditambahkan kata “obat keras”. Ini biasanya diresepkan oleh dokter spesialis jiwa.

Obat-obat palsu atau kadaluarsa bisa diidentifikasi dengan melihat kode (tanggal kadaluarsa) pada kemasan obat, usahakan untuk membeli obat di apotek, jangan di warung atau toko obat. Obat biasanya kadaluarsa sekitar 4-5 tahun setelah diproduksi, tapi ada beberapa jenis obat yang masa kadaluarsanya lebih pendek.

*Diberikan sebagai materi latihan rutin ksr pmi unnes oleh dr. Iwan pada tanggal 14 desember 2009 di bawah pohon rindang, di sebelah timur gedung pkm dan ukm. Sekian dan terima tepe!*

Rabu, 10 Juni 2009

Yang Lalu Biar Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama artinya, dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak akan pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau diletakan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis.

Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mengubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada. Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalum, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu!

Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke kelopak mata? Ingatlah, keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu. Sia-sia belaka. Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah menoleh sedikitpun ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!

"Dikutip dari buku La Tahzan karya Aidh Al-Qarni"